Postingan

Menampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI

PENYESATAN MAJAPAHIT VERSI BRAHMARAJA XI (1)

Gambar
Sejarah Majapahit banyak disesatkan, sejarah Majapahit dibelak-belok demi kepentingan pribadi, akhirnya sejarah Majapahit membingungkan generasi muda. "Yang Maha Mencipta, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Mengakhiri ... sujudku setunduk-tunduknya, semoga sirna segala rintangan." Tertulislah sebuah artikel yang berjudul "Sejarah Ibu Majapahit Nusantara" yang termuat dalam  : Blog www.majapahit-masakini.co.cc atau tepatnya dalam artikel ini http://www.majapahit-masakini.co.cc/2009/04/sejarah-ibu-majapahit-nusantara.html   Kutipan artikelnya Dituliskan bahwa : Pada tahun Isaka 1203 (1281 M) dari negeri Cina datang dua orang putri Raja Ming / Miao Li (yang dikenal dengan Mauliwarma Dewa) keturunan Thong (Raja Miao Ciang) / Raja Li, Kerajaan Ming artinya Sinar / Surya,wilayah Cina waktu itu / Campa / Melayu (sekarang Malaya) Singapura atau Tumasek hingga laut Cina Selatan (Nan Hay). ................, kedua putri tersebut adalah “ Dara Jingga “...

MELURUSKAN SEJARAH MAJAPAHIT ? BOHONG !

Gambar
" Meluruskan Sejarah Majapahit " adalah sebuah buku tulisan Irawan Djoko Nugroho , infonya dapat di lihat di sini : http://www.facebook.com/topic.php?uid=78845515468&topic=12527 (facebook) dan di sini : http://catalogue.nla.gov.au/Record/4767070 (katalog buku). Sang penulis mengaku alumnus Universitas Gajah Mada, Jogyakarta jurusan/fakultas Filologi. Beberapa hal yang tertulis di dalam buku karangan beliau (Meluruskan Sejarah Majapahit ) adalah tidak benar alias salah kaprah . Alih-alih 'meluruskan sejarah Majapahit ' tetapi pada faktanya malah "Membelokkan Sejarah Majapahit " . Artikel atau tulisan ini akan membahas pembelokan-pembelokan tersebut secara bersambung atau berkelanjutan. Pembelokan pertama disebutkan bahwa Gajah Mada (sebagai mahapatih Majapahit ) ternyata ada dua orang, yang pertama hidup pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi / Hayam Wuruk dan yang kedua hidup pada masa pemerintahan Brawijaya V. Selanjutnya di...

PATIH AMANGKUBHUMI KERAJAAN MAJAPAHIT

Gambar
Mengulas tentang kerajaan Majapahit membutuhkan pengetahuan yang mendalam dari berbagai aspek pandang, Majapahit menyisakan berjuta teka-teki, sejarah Majapahit menarik untuk disimak. Tersebutlah jabatan Patih Amangkubhumi pada masa kerajaan Majapahit yang merupakan sebuah jabatan strategis serta menentukan maju-mundurnya kerajaan Majapahit . Jabatan ini dapat disamakan dengan jabatan Perdana Menteri pada era pemerintahan modern saat ini. Seorang Patih Amangkubhumi adalah pemimpin utama jalannya roda pemerintahan di masa kerajaan Majapahit . Berhasil tidaknya pejabat ini dalam melaksanakan tugasnya dapat dinilai dari maju-mundurnya kerajaan Majapahit pada suatu kurun masa tertentu. Jabatan Patih Amangkubhumi ini adalah merupakan patih pemimpin lima pejabat tinggi kerajaan yang dimanifestasikan dalam Sang Panca ring Wilwatikta . Baiklah, lewat tulisan ini akan sedikit diuraikan mengenai personil atau siapa-siapa yang pernah menjabat sebagai Patih Amangkubhumi di era pend...

BRAHMARAJA XI, BUKAN RAJA MAJAPAHIT

Gambar
Berita dari artikel tersebut di atas, silahkan baca di sini Adalah seorang Trowulan yang saat ini bermukim di Bali dan mengaku diri sebagai Raja Majapahit -Bali dengan mengambil gelar abhiseka HYANG BATHARA AGUNG SRI WILATIKTA BRAHMARAJA XI. Hal ini cukup menggelikan dan hanyalah orang-orang yang tidak memiliki wawasan Majapahit yang percaya akan hal ini. Baiklah kita tinjau letak kejanggalan-kejanggalan yang sengaja dimunculkan Pada sumber-sumber sejarah Majapahit tidak pernah dikenal istilah WILATIKTA, baik prasasti-prasasti yang ada maupun kakawin Negarakertagama hanya mengenal istilah WILWATIKTA atau TIKTAWILWA , wilwa berarti buah maja dan tikta berarti pahit , jadi WILWATIKTA berarti Majapahit . Sekali lagi yang ada adalah Wilwatikta dan bukan Wilatikta . Kakawin Negarakertagama yang berjudul asli Desawarnana di dalam pupuh LXXXIII bait yang ke 3, menyebutkan hal yang demikian : "Mashurlah nama pendeta Brahmaraja bagai pujangga, ahli tutur putus dalam tarka, se...

TIGA PILAR UTAMA

Gambar
" Majapahit banyak diragukan, Majapahit menyimpan berjuta misteri, Majapahit masih menyimpan kekuatan besar " . Tersebutlah Sri Kertarajasa Jayawardhana yang memiliki senjata utama yang berupa tombak berujung mata tiga (trisula) sebagaimana yang disebutkan di dalam prasasti Sukam'reta berangka tahun 1305. Dengan mempergunakan senjata tersebut beliau dapat menghancurkan musuh-musuh utama Singasari serta mampu mengusir tentara Tartar dari tanah Jawa. Sebenarnya disamping perwujudan senjata trisula itu sendiri, maka trisula dapatlah diartikan sebagai suatu " penggabungan tiga pilar utama " menjadi satu kekuatan utuh, yang bilamana ketiganya bergabung akan menghasilkan suatu kekuatan yang luar biasa. Adapun " tiga pilar " tersebut dapat diidentifikasikan sebagai "kemampuan supranatural" yang dimiliki oleh masing-masing orang atau pribadi. Alkisah pada hari Jum'at malam sekira pukul 24.00 WIB, kami berempat melakukan ritual khusus dengan...

AWARD MAJAPAHIT BAHANA NUSANTARA

Gambar
Majapahit kadang disanjung, Majapahit kadang dihujat, Majapahit bahan perdebatan, Majapahit dicaci-maki dan Majapahit dirindukan kemunculannya. Yah ...., inilah kondisi masyarakat kita sekarang ini, mengagungkan pola pikir pragmatis tanpa pernah berpikir siapa yang pertama-tama memunculkan konsep persatuan Nusantara yang pada akhirnya dapat mempersatukan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini (yang notabene terpisahkan oleh banyak lautan, berbagai budaya dan bahasa daerah). Pola pikir mengagung-agungkan budaya import telah mulai merambah setiap segi kehidupan bangsa ini, generasi muda lebih banyak disuguhi budaya-budaya manca-negara sehingga lambat laun akan melupakan budaya asli bangsa ini. Dan inilah bibit-bibit kehancuran bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara dan dasar persatuan bangsa sepertinya hanya tinggal hiasan buah perjuangan pendahulu-pendahulu bangsa ini. Ironinya, banyak diantara anak negeri ini yang sama sekali telah melupaka...

PENYESATAN MAJAPAHIT VERSI BRAHMARAJA XI (2)

Gambar
Baiklah kita ulas penyesatan-penyesatan berikutnya   : Petikan artikel Sejarah Ibu Majapahit Nusantara Bagian lain artikel yang sama menyebutkan hal berikut  : "Demikian juga Sri Kerta Wardana / Sri Cakradara yang anak Putri Yulan mengawini Tri Buana Tunggadewi, Ratu Majapahit ketiga menurunkan putra Hayam Wuruk yang menjadi Raja terbesar di Majapahit yang selanjutnya menurunkan Raja-Raja Majapahit dijawa hingga berakhir. Jadi sejak Raja Hayam Wuruk Raja-Raja Majapahit selanjutnya adalah keturunan Putri Yu Lan (Garis Pradana) terbukti pengganti Hayam Wuruk yaitu Wikrama Wardana memakai nama Hyang Wisesa juga suami Dewi Suhita memakai nama leluhurnya yang dipuja di Besakih-Bali Hyang Wisesa yang beristrikan Ratu Mas / Indreswari dan sejak itu para Raja di candikan di ”Parama Wisesa pura”/ Hyang Wisesa pura. " Sekali lagi saya bingung dan merasa seperti orang bodoh ketika membaca petikan artikel tersebut di atas. Dari mana ceritanya Sri Kerta Wardana / Sri Cakradara ada...

MANA YANG ASLI ?

Gambar
Majapahit menyimpan banyak misteri, Majapahit mengundang decak kagum, Majapahit mengundang perdebatan, Majapahit menyisakan tanda tanya besar. Ada beberapa mahkota yang disebut-sebut sebagai peninggalan kerajaan Majapahit , salah satunya adalah yang dipegang dan dimiliki oleh Brahmaraja XI yang telah menobatkan dirinya menjadi raja Majapahit -Bali.     Foto Mahkota yang dipegang oleh Brahmaraja XI Coba kita perhatikan dengan seksama, mahkota tersebut hanya bermotifkan bunga-bunga kontemporer dan sama sekali tidak mencirikan motif atau ragam hias Majapahit , atau paling tidak menunjukkan kepada kita bahwa mahkota tersebut memang patut kita anggap berasal dari Majapahit . Coba kita bandingkan dengan foto beberapa mahkota di bawah ini  :     Pertanyaan yang muncul : " Manakah mahkota yang asli Majapahit ?".

MAJAPAHIT BUKAN KESULTANAN ISLAM (2)

Gambar
Fakta ke dua yang diungkap oleh Herman Sinung Janutama adalah sebagai berikut : 2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.   Tulisan yang sebenarnya pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim tersebut adalah sebagai berikut : Di latar nisan itu tersurat ayat suci Al-Quran: surat Ali Imran 185, Ar-Rahman 26-27, At-Taubah 21-22, dan Ayat Kursi. Ada juga rangkaian kata pujian dalam bahasa Arab bagi Malik Ibrahim: ”Ia guru yang dibanggakan para pejabat, tempat para sultan dan menteri meminta nasihat. Orang yang santun dan...

MAJAPAHIT BUKAN KESULTANAN ISLAM (3)

Gambar
Fakta ketiga yang dipergunakan oleh Herman Sinung Janutama untuk memperkuat argumennya adalah  : 3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan  sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.   Gambar Pertama Pada gambar pertama, seolah-olah huruf arab tersebut merupakan huruf yang benar-benar tercetak pada artefak Surya Majapahit. Menurut saya, huruf Arab yang diberi penekanan pada gambar tersebut tidak lebih merupakan ...

KARYA SASTRA JAMAN MAJAPAHIT

Gambar
Tidak banyak kita jumpai karya sastra pada jaman kerajaan Majapahit ini, selain kakawin Negarakertagama gubahan Mpu Prapanca,  masih terdapat beberapa kakawin lainnya gubahan Mpu Tantular dan Mpu Tanakung, yaitu Arjuna Wijaya dan Sutasoma , Puruda Santa (Mpu Tantular) serta Wretta Sancaya dan Siwaratrikalpa atau Lubdhaka (Mpu Tanakung), yang digubah pada masa kejayaan Majapahit .   Kakawin Arjuna Wijaya menguraikan peperangan antara Prabhu Arjuna Sahasrabhahu dan pendeta Parasu Rama, berdasarkan Uttara Kanda, bagian terakhir Ramayana (Sansekerta). Cerita ini sangat populer terbukti dari adanya pelbagai naskah dalam bahasa Bali dan Jawa Kuna. Versinya dalam bahasa Jawa Baru dalam bentuk tembang diusahakan oleh Raden Ngabehi Sindusastra dari Surakarta, diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1930.  Cerita ini dikenal dengan Lampahan Arjuna Sasrabahu , banyak dipertunjukkan dalam seni panggung wayang, baik wayang kulit maupun wayang orang. Naskah ini juga...

TEMUAN-TEMUAN MAJAPAHIT TERBARU

Gambar
Berikut ini akan diuraikan beberapa temuan peninggalan kerajaan Majapahit terbaru yang diketemukan periode tahun 2010 s/d April 2011, setidaknya ada empat penemuan yang cukup berarti, yaitu : Temuan candi baru di wilayah Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, untuk beritanya silahkan anda baca di sini Temuan berikutnya adalah berupa Prasasti jaman Majapahit yang diketemukan di daerah Blitar, Jawa Timur, beritanya silahkan baca di sini Temuan kolam pemandian raja-raja Majapahit , di daerah Nglinguk,  Desa/Kecamatan Trowulan, Mojokerto, beritanya silahkan baca di sini atau disini Temuan prasasti Butulan, yang diketemukan di daerah Gresik, Jawa Timur, tepatnya di dinding goa butulan Desa Gosari, Ujung Pangkah, beritanya silahkan baca di sini

IKON KOTA RAJA MAJAPAHIT

Gambar
Sebelum manusia lahir di muka bumi, alam semesta didiami oleh dewa-dewa yang tinggal di atas kahyangan, sedangkan daitya-daitya tinggal di bawah mewakili keburukan. Para dewa dan daitya selalu saja bertengkar. Pada suatu ketika, para dewa mencari air kehidupan atau amerta. Sayangnya air kehidupan itu tersembunyi di dasar laut dan dijaga oleh sejumlah naga. Dewa Brahma memanggil para dewa di puncak Gunung Mahameru untuk ditugaskan mengaduk laut supaya dari pusatnya keluarlah amerta. Para daitya pun dilibatkan dalam proyek tersebut. Konon, sebagai alat pengaduknya adalah Gunung Mandara yang diangkut para dewa ke tepi laut. Dewa Wisnu menjelma menjadi kura-kura yang sangat besar untuk alas Gunung Mandara, sedangkan Dewa Wasuki menjelma menjadi ular besar untuk membelit gunung itu. Kepala ular ditarik para daitya, sedangkan ekornya ditarik para dewa, maka berputarlah Gunung Mandara mengaduk air laut. Singkat cerita, keluarlah Dewa Dhanwantari, tabib kahyangan dar...

KEKERAMATAN SITUS PENINGGALAN MAJAPAHIT (1)

Gambar
Majapahit dengan sisa-sisa peninggalannya ternyata masih menyimpan kekuatan-kekuatan gaib, Majapahit dengan peninggalan yang tertua berupa Candi Brahu yang terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyimpan sejuta misteri gaib. Candi Brahu dibangun dari batu bata merah, dibangun di atas sebidang tanah menghadap ke arah barat dan berukuran panjang sekitar 22,5 m, dengan lebar 18 m, dan memiliki ketinggian 20 meter. Disekitar candi ini pernah ditemukan prasasti Alasantan yang berasal dari jaman Mpu Sindok, tepatnya pada tahun 861 Saka atau 939 M. Saat penggalian dilakukan di sekitar candi, banyak ditemukan benda benda kuno macam alat alat upacara keagamaan dari logam , perhiasan dari emas , arca dan lain-lainnya. Mengutip buku Mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan oleh Drs IG Bagus Arnawa, dulu di sekitar candi ini banyak terdapat candi candi kecil yang sebagian sudah runtuh, seperti Candi Muteran, Candi Gedung, Candi Tenga...